02 Agustus 2012

PEKERJAAN PASANGAN LANTAI KERAMIK

A.    U M U M

LINGKUP PEKERJAAN

a.        Plesteran kasar untuk dasar pasangan ubin keramik di dinding dan lantai.
b.        Pasangan ubin keramik untuk dinding luar, bak bunga dengan campuran latex, semen dan pasir sebagai perekat.
c.         Pasangan ubin keramik tanah liat untuk lantai dan dinding pada area-area, sesuaikan dengan yang ditunjukkan pada gambar.
d.        Campuran latex + semen +  bahan pewarna untuk joint filler.
e.        Pasangan ubin keramik kaolin untuk tangga, lengkap dengan stair corner.

PEKERJAAN YANG BERHUBUNGAN

a.        Pekerjaan  Pasangan bata
b.        Pekerjaan  Waterproofing

STANDAR

a.         PUBI  : Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia - 1982 (NI-3).
b.         ANSI  : American National Standard Institute.
c.         TCA   : Tile Council of America, USA
TCA 137.1 - Recommended Standard Spesification for  Ceramic Tile.

PERSETUJUAN

Contoh bahan
Guna persetujuan Direksi/Perencana, Kontraktor harus menyerahkan contoh-contoh semua bahan yang akan dipakai; keramik, bahan-bahan additive untuk adukan, dan bahan untuk tile grouts.

Mock-up/contoh pemasangan
Sebelum mulai pemasangan, kontraktor harus membuat contoh pemasangan yang memperlihatkan dengan jelas pola pemasangan, warna dan groutingnya.
Mock-up yang telah disetujui akan dijadikan standard minimal untuk pemasangan keramik.

Brosur
Untuk keperluan Direksi/Perencana, Kontraktor harus menyediakan brosur bahan guna pemilihan jenis bahan yang akan dipakai.

KONDISI LINGKUNGAN
Suhu dan ventilasi ruang dimana keramik akan dipasang harus dijaga agar sesuai dengan rekomendasi pabrik, sehingga tidak mempengaruhi rekatan keramik.



B. BAHAN/PRODUK


Stair Corner
Keramik kaolin glasur single firing.
Merk setara ROMAN

Keramik Tanah Liat glasur single firing :
Produk Roman, ukuran  :     
20 x 25 cm, untuk dinding toilet, dinding diatas meja pantry
20 x 20 cm, untuk lantai toilet, meja pantry
30 x 30 cm type polish, untuk lantai ruang gudang dan ruang-ruang penunjang;
30 x 30 cm, type rocky, untuk pedestrian.
Untuk dinding toilet dan meja pantry keramik tanah liat double firing KW 1.

Mortar Additive/Admixture : Laticrete 3701, produk Laticrete International, USA atau AM 30/Mortar flex.

Pewarna tile grout : Laticrete Grout Admix AM 50 / Coloured Tile Grout, Sanded and Unsanded grout, Classic & Designer, sesuai dengan kebutuhan pemasangan.


C. PEMASANGAN


U m u m

Sebelum pekerjaan dimulai, lebih dahulu harus dipelajari dengan seksama lokasi pemasangan kramik, kualitas, bentuk dan ukuran ubinnya dan kondisi pekerjaan setelah studi diatas dilaksanakan, tentukan metoda persiapan permukaan, pemasangan ubin, joints dan curing, untuk diusulkan kepada Direksi Lapangan.

Pemborong harus menyiapkan ‘tiling menual’, yang berisi uraian tentang bahan, cara instalasi, sistim pengawasan, perbaikan/koreksi, perlindungan, testing dan lain-lain untuk diperiksa dan disetujui Direksi Lapangan.

Sebelum instalasi dimulai, siapkan lay out naad-naad, hubungan dengan finishing lain dan dimensi-dimensi joint, guna persetujuan Direksi/Perencana. Naad pansangan interior l = 2 mm, naad pasangan eksterior l = 5 mm.

Pemilihan Tile.
Tile yang masuk ke tapak harus diselekssi, agar berkesesuaian dengan ukuran, bentuk dan warna yang telah ditentukan.

Potongan Tile
Ujung potongan tile harus dipoles dengan gurinda atau batu.




L e v e l

Kecuali ditentukan lain pada spesifikasi ini atau pada gambar, level yang tercantum pada gambar adalah level finish lantai karenanya screeding dasar harus diatur hingga memungkinkan pada files dengan ketebalan yang berbeda permukaan finishnya terpasang rata.

Lantai harus benar-benar terpasang rata; baik yang ditentukan datar maupun yang ditentukan mempunyaai kemiringan.

Lantai yang ditentukan mempunyai kemiringan, kemiringan tidak boleh kurang dari 25 mm pada jarak 10 m untuk area toilet. Sedangkan untuk area lain, tidak boleh kurang dari 12 mm pada jarak 10 m. Kemiringan harus lurus hingga air bisa mengalir semua tanpa meninggalkan genangan.

Jika ketebalan screed tidak memungkinkaan untuk mendapatkan kemiringan yang ditentukan, kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan jalan keluarnya.


Persiapan Permukaan

Kontraktor harus menyiapkan permukaan sehingga memenuhi syarat yang diperlukan, sebelum memasang ubin.

Secara tertulis, kontraktor harus memberikan laporan kepada Direksi Lapangan tiap kondisi yang menurut pendapatnya akan berpengaruh buruk pada pelaksanaan pekerjaan.

Permukaan beton yang akan diplester untuk penempelan ubin, harus dikasarkan dan dibersihkan dari debu dan bahan-bahan lepas lainnya. Sebelum dilaksanakan plesteran, permukaan ini harus dibebaskan.

Penyimpangan kerataan permukaan beton tidak boleh lebih dari 5 mm untuk jarak 2 mm, pada semua arah. Tonjolan harus dibuang (chip off) tekukan kedalaman diisi dengan mortar (1 : 2), sehingga plesteran dasar (setting bed) mempunyai ketebalan yang sama.

Pemasangan ubin keramik dinding di bagian dalam (internal)

Sebelum pemasangan dimulai, plesteran dasar dan ubin harus dibasahi. Pakai benang untuk menentukan lay out ubin, yang telah ditentukan dan pasang sebaris ubin guna jadi patokan untuk pemasangan selanjutnya.

Kecuali ditentukan lain, pemasangan ubin harus dimulai dari bawah dan dilanjutkan ke bagian atas.

Pada pemasangan tile, tempelkan dibagian belakang tile adukan dan ratakan, kemudian ubin yang telah diberi adukan ini ditekankan ke plesteran dasar. Kemudian permukaan ubin dipukul perlahan-lahan hingga mortar perekat menutupi penuh bagian belakang ubin dan sebagian adukan tertekan keluar dari tepi ubin.

Tiap hari pemasangan, tidak diperkenankan memasang tile dengan ketinggian lebih dari ketentuan berikut :
            -  1,2 m - 1,5 m, untuk tile tinggi 60 mm,
            -  0,7 m - 0,9 m, untuk tile tinggi 90 - 120 mm,
            -  max 1,8 m, untuk semi porcelain tile.

Jika tile sudah terpasang, mortar yang berada di naad (joint) harus dibuang / dikeluarkan dengan sikat atau cara lain yang tidak merusakkan permukaan tile.
Mortar yang mengotori permukaan tile harus dibuang dengan kain lap basah.

Pemasangan tile grant (pengisian naad) harus sesuai dengan ketentuan pabrik.

Pemasangan Ubin Keramik Lantai

Tile dipasang pada permukaan yang telah di screed.
Komposisi adukan untuk screeding :
            - area kering    : 1 pc : 3 ps.
            - area basah     : 1 pc : 2 ps.

Pada pemasangan diarea yang luas, harus dilaksanakan secara kontinu. Dan harus disediakan ‘Kepalarn’ (guide line course) pada interval 2,0 m - 2,5 m. Pemasangan tile lainnya berpedoman pada quide line ini.

Kikis semua mortar yang menempel pada naad dan bersihkan ketika prosess pemasangan tile berlangsung. Pasangan tile tidak boleh diinjak dalam waktu 24 jam setelah pemasangan.

Naad-naad pada pemasangan tile harus diisi dengan bahan tile grout berwarnaa dan kondisi pemasangan harus sesuai dengan rekomendasi pabrik.


Pemeriksaan (Inspection)

Rekatan (bond).
Ketika pelaksanaan pemasangan tile, ambil beberapa tile yang telah terpasang, secara rondom, untuk memastikan bahwa adukan perekat telah merekat dengan baik pada bagian belakang tile dan telah terpasang dengan baik.


Tension Test.
Tension test harus dilakukan pada pasangan ubin di dinding; terutama di exterior.
Test harus dilaksanakan pada area pekerjaan tiap tukang. Test dilaksanakan tiap hari kerja dan sampel diambil secara rondom jika umur pemasangan sample tidak lebih dari 5 hari, kekuatan rekatan harus minimal 3 kg/cm2.


D.        PERLINDUNGAN DAN PEMBERSIHAN

Perlindungan

Kontraktor harus melindungi ubin yang telah terpasang maupun adukan perata dan harus mengganti, atas biaya sendiri setiap kerusakan yang terjadi. Penyerahan pekerjaan dilakukan dalam keadaan bersih.

Setelah pemasangan, kontraktor harus melindungi tile lantai yang telah terpasang. jika mungkin dengan mengunci area tersebut. Batas lalu lintas diatasnya; hanya untuk yang penting saja.

Pembersihan

Secara prinsip, permukaan tile dibersihkan dengan air, menggunakan sikat, kain lap, dan sebagainya. Tetapi jika area-area yang tidak bisa dibersihkan hanya dengan air, pembersihan memakai campuran air dengan hidrochloric acid, perbandingan 30 : 1.

Sebelum pembersihan dengan asam ini, lindungi semua bagian yang memungkinkan akan berkarat atau rusak oleh asam.

Setelah dibersihkan dengan asam ini, bersihkan area ini dengan air biasa, hingga tidak ada campuran asam yang tersisa.



* * * * *


versi lengkap (PDF) dapat diunduh  disini

0 komentar:

Poskan Komentar